16 September 2010

0 Rebutan Wanita, Ketua DPRD Hajar Pegawai Imigrasi

Kepala Sub Seksi (Kasubsi) Komunikasi Kantor Imigrasi Solo, Misnan mengaku menjadi korban penganiayaan yang diduga dilakukan S Paryanto yang juga menjabat sebagai ketua DPRD Boyolali di depan Kantor Imigrasi Solo di Colomadu, Karanganyar, Rabu (15/9). Akibat kejadian itu, korban mengalami luka memar di pelipis kanan. Informasi yang dihimpun, diduga pemukulan tersebut merupakan buntut masalah asmara yang melibatkan Misnan dengan mantan pacar Paryanto bernama Sri Hastuti Handayani alias Tuti, 34, warga Blulukan, Colomadu, Karanganyar.

Tidak terima dengan pemukulan itu, Misnan melaporkan Paryanto ke polisi. Dia melaporkan kejadian itu dengan tuduhan penganiayaan dan pelecehan terhadap institusi. Misnan mengungkapkan sekitar sepekan yang lalu dia pergi bersama Tuti ke Solo Grand Mal (SGM).
Ketika itu, Paryanto juga berada di SGM. Di tempat tersebut mereka beradu mulut. Misnan menduga Paryanto cemburu terhadapnya.Setelah itu, Rabu siang, Paryanto menghentikan mobil yang dikendarai Misnan. Ketika itu, Paryanto melarang Misan mengganggu Tuti.
Saat Misnan menanyakan ada hubungan antara Paryanto dengan Tuti, Paryanto langsung memukul muka Misnan dan melukai pelipis kanannya. “Selain itu, dia (Paryanto,red) juga mengancam saya akan mengerahkan orang untuk menciduk saya. Walau dia ketua DPRD saya akan tetap melaporkannya. Biar terbongkar semuanya. Saya sempat diajak damai tapi saya tidak mau,” katanya.
Terpisah, Tuti mengaku pernah mempunyai hubungan spesial dengan Paryanto sejak empat tahun yang lalu. Tuti mengaku hubungan mereka saat ini telah berakhir. Kanitreskrim Polsek Colomadu, Iptu Budiarto mewakili Kapolsek Colomadu AKP Didik Noertjahyo dan Kapolres Karanganyar AKBP Edi Suroso mengatakan pihaknya belum mendapatkan laporan tertulis atas insiden tersebut.
“Pelaku belum melapor secara resmi kepada kami hanya melaporkan kejadian saja. Untuk menggali fakta, kami menerjunkan anggota untuk menggali informasi. Untuk sementara ini kami belum mengetahui motif terjadinya insiden tersebut,” jelasnya.
Lebih lanjut pihaknya mengatakan setelah korban melapor secara resmi berkas aduan korban akan segera diproses. Apabila keterangan baik korban maupun saksi lengkap dapat segera dilakukan pemanggilan kepada pelaku.
Sementara, Ketua DPRD Boyolali, S Paryanto belum bisa dimintai konfirmasi terkait permasalahan itu. Dua nomor handphone milik politisi PDIP itu dalam kondisi aktif, namun tidak dijawab.
:: solopos ::

Related search : 
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

Sragen Cyber Online Copyright © 2011 - |- Template created by O Pregador - |- Powered by Blogger Templates