21 Desember 2010

0 Inilah Kronologi Pelecehan dan Perkosaan Oleh Julian Assange

Setelah membuat marah pemerintah Amerika Serikat (AS), kini giliran Julian Assange yang dibuat marah. Kemarahan itu diarahkan kepada harian The Guardian, salah satu media yang menikmati hak eksklusif dari WikiLeaks asuhan Assange dalam mengabarkan bocoran informasi rahasia milik pemerintah AS.
Kemarahan Assange itu terkait dengan berita dari The Guardian pada Jumat, 17 Desember 2010. Berjudul “Sepuluh Hari di Swedia: Tuduhan Lengkap Terhadap Julian Assange,” artikel itu memuat laporan polisi Swedia mengenai kronologi tuduhan pelecehan dan perkosaan yang terjadi saat Assange berada di Kota Stockholm, Agustus lalu.Assange yakin bocoran laporan yang diterima koran tersebut berasal dari pengadilan Swedia atau agen intelijen lainnya yang ingin merusak pembelaannya. Dia mengaku jijik atas keputusan reporter koran itu untuk menayangkan laporan kepolisian tersebut.

Laporan itu menyebut korban dengan inisial namanya, salah satunya A. Dia salah seorang panitia penyelenggara suatu seminar, yang menghadirkan Assange sebagai pembicara. Di Swedia, Assange sempat tinggal di flat milik A. Di tempat itulah, A mengaku dipaksa berhubungan seks dengan Assange.

Menurut laporan polisi, A mengaku bahwa Assange membuatnya melakukan hubungan seksual dengan sedikit memaksa. Pada beberapa bagian laporan, dikatakan bahwa Assange menolak untuk menggunakan kondom. Ketika akhirnya dia mau menggunakan kondom, Assange merobeknya dan merusak pelindung tersebut.

Assange juga disebut enggan pergi dari flat A, sementara si empunya rumah sudah jengah atas kehadirannya. Ditulis dalam laporan itu, Assange terus melakukan pendekatan seksual kepada A sebelum akhirnya dia meninggalkan flat tersebut.

Laporan polisi itu mengatakan Assange saat diinterogasi polisi mengakui telah melakukan hubungan seks, namun tidak merobek kondom tersebut dan tidak tahu kalau itu bocor. Kepada temannya, seperti dikutip laporan polisi, A mengatakan “berhubungan seks dengan Assange adalah yang terburuk selama hidupnya. Bukan hanya itu, namun juga karena kekerasan yang mewarnainya.”

Assange juga disebutkan dalam laporan itu telah melakukan pelecehan seksual terhadap W, salah satu panitia penyelenggara juga. Pada laporan itu dikatakan Assange menciumi W, ketika menjamahi tubuhnya saat mereka berdua berada di bioskop. Kemudian keduanya melakukan hubungan seks di flat wanita itu tanpa mengenakan kondom.

Menurut laporan polisi, W pernah menyuruh Assange untuk memeriksakan diri ke klinik. Namun, karena klinik saat itu telah tutup, tes tak jadi dilaksanakan. Assange selanjutnya pergi meninggalkan Swedia.

W dan A kemudian melaporkan Assange kepada polisi. Assange meninggalkan Swedia pada bulan September, padahal kasusnya masih berjalan. Inilah yang menyebabkan pemerintah Swedia mengeluarkan surat penangkapan untuknya.

Pimpinan The Guardian menyatakan telah meminta konfirmasi atas laporan itu kepada pengacara Julian Assange, namun tidak mendapatkan respons. Karena itu, mereka lalu tetap mempublikasikan laporan itu. (adi)
• VIVAnews

0 comments:

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

Sragen Cyber Online Copyright © 2011 - |- Template created by O Pregador - |- Powered by Blogger Templates