Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sragen menyatakan akan memprioritaskan upaya untuk pengangkatan terhadap 2.121 tenaga honorer yang tercatat di database pendataan tahun 2005. Sementara, terhadap nasib 1.700 tenaga magang kontrak alias Job Training (JT), saat ini tengah dilakukan kajian dengan kemungkinan terbesar harus siap diputus kontrak akhir tahun ini.
Tampilkan postingan dengan label Kontroversi di Sragen. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kontroversi di Sragen. Tampilkan semua postingan
7 Desember 2011
29 Juli 2011
0 Perangkat Desa Tertangkap Basah Beradegan Syur dengan Selingkuhan
Jajaran Polres Sragen mengamankan empat pasangan selingkuh yang tertangkap basah sedang asyik berada di kamar hotel melati Sragen Kamis (28/7) kemarin. Sementara, diduga karena syok seorang wanita yang tepergok sedang beradegan syur dengan seorang perangkat desa selingkuhannya, menangis tersedu-sedu saat akan digelandang aparat ke Mapolres setempat. Empat pasangan tersebut tertangkap dalam sebuah operasi penyakit masyarakat (Pekat) yang digelar dalam rangka cipta kondisi menjelang datangnya bulan Ramadan.
Labels:
Kontroversi di Sragen
0 Terkait Kasdagate, Kushardjono dan Sri Wahyuni Korban Kebijakan Untung Wiyono
Dua tersangka kasus dugaan korupsi Kas Daerah (Kasda) Sragen senilai Rp 42,5 miliar masing-masing mantan Sekda Kushardjono dan Kepala DPPKAD Sragen Sri Wahyuni sama-sama merasa menjadi korban kebijakan mantan Bupati Sragen Untung Wiyono. Kushardjono bahkan mengungkapkan fakta baru terkait adanya upaya pengembalian kredit senilai Rp 2,6 miliar di BKK Karangmalang yang dilakukan oleh mantan Bupati Sragen Untung Wiyono. Tidak hanya itu, Kus juga membeberkan soal peran Untung Wiyono sebagai pihak mengatur semua perputaran uang Kasda yang ditempatkan di BPR Joko Tingkir dan BKK Karangmalang Sragen.
Labels:
Kontroversi di Sragen
12 Juli 2011
0 Mantan Bupati Sragen Untung Wiyono Akhirnya Ditahan Kejaksaan Tinggi
Labels:
Kontroversi di Sragen
24 Juni 2011
0 DPRD Sragen Didesak Bentuk Pansus Kasda
Sejumlah kalangan mendesak Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) untuk segera membentuk panitia khusus (Pansus) membahas pembobolan Kasda bermodus kredit beragunan deposito di BPR dan BKK Karangmalang. Pembentukan Pansus dianggap penting untuk menguak skandal pembobolan Kasda sekaligus meminta pertanggungjawaban dari otoritas pemegang kekuasaan dan pihak-pihak yang terlibat dalam kasus yang berpotensi merugikan kas daerah sekitar Rp 11,7 miliar tersebut.
Labels:
Kontroversi di Sragen
0 Mantan Bupati Sragen Untung Wiyono Jadi Tersangka Kasus Korupsi
Asisten Pidana Khusus Kejaksaan Tinggi (Kejati) Semarang, Untung Arimuladi mengatakan pihaknya sudah menetapkan tiga tersangka dalam kasus dugaan korupsi kas daerah. “Ya. Sudah kita tetapkan tiga tersangka. UW, K dan SW. Mohon ditulis inisialnya saja,” ujarnya Rabu (22/6) malam. Berdasarkan data yang dihimpun dari berbagai sumber, ketiga tersangka itu masing-masing mantan Bupati Sragen Untung Wiyono (UW), Mantan Sekda Sragen berinisial K adalah Kushardjono dan SW adalah Sri Wahyuni mantan Bendahara Badan Pengelola Keuangan Daerah (BPKD) yang sekarang menjabat sebagai Kepala Dinas Pendapatan Pengelolaan Kekayaan dan Aset Daerah (DPPKAD).
Labels:
Kontroversi di Sragen
1 April 2011
0 Job Training (JT) di Sragen Akhirnya Buka Suara Soal Uang Sogokan
Sejumlah tenaga Job Training (JT) akhirnya benar-benar buka suara soal misteri uang sogokan yang dibayarkan sebagai penebus Surat Keterangan (SK). Mereka pun mengaku merogoh kocek antara Rp 2,5 juta hingga puluhan juta demi mendapatkan SK penempatan yang dikeluarkan dari Badan Kepegawaian Daerah (BKD).
Labels:
Kontroversi di Sragen
0 Acara Pembekalan Prajabatan CPNS Sragen Bubar
Agenda pembekalan pendidikan dan pelatihan (diklat) prajabatan bagi sekitar 680-an calon pegawai negeri sipil (CPNS) Formasi tahun 2009 yang digelar di Gedung Kartini Sragen Kamis (31/3) bubar tanpa kelanjutan. Gara-garanya para peserta merasa keberatan dengan kebijakan Pemkab yang berencana membebankan seluruh biaya prajabatan sekitar Rp 3 juta perorang kepada masing-masing CPNS. Semula agenda terlihat sangat tertata. Ratusan calon abdi negara itu sudah berkumpul di Gedung Kartini dengan seragam putih hitam.
Labels:
Kontroversi di Sragen
17 Maret 2011
0 Menjelang Pilkada Sragen, Bupati Serahkan SK PNS
Bupati Sragen, Untung Wiyono menyerahkan Surat Keputusan (SK) pengangkatan pegawai negeri sipil (PNS) kepada 553 orang calon PNS (CPNS) formasi 2008 di Gedung KNPI Sragen, Rabu (16/3/2011). Bupati juga mengambil sumpah dan janji ratusan PNS baru itu yang disaksikan sejumlah pimpinan satuan kerja perangkat daerah (SKPD). Penyerahan SK PNS dilakukan secara simbolis oleh Bupati kepada sejumlah perwakilan CPNS.
Labels:
Kontroversi di Sragen
15 Maret 2011
0 Skandal Penyimpangan Kasda Senilai 14,5 Milyar Digunakan 9 Pejabat
Kasus dugaan skandal penyimpangan dana kas daerah (Kasda) untuk kepentingan sejumlah pejabat teras Kabupaten Sragen kembali terbongkar. Menyusul penyimpangan Kasda di BPR Karangmalang sebesar Rp 8 miliar, kini Fraksi Karya Nasional (FKN) kembali menemukan indikasi pengerukan dana Kasda di BPR Joko Tingkir Sragen dengan nominal lebih fantastis yakni mencapai Rp 14,5 miliar.
Labels:
Kontroversi di Sragen
11 Maret 2011
1 Penyimpangan Dana Kasda Diduga Untuk Biaya Kunjungan SBY
Indikasi adanya penyimpangan dalam penempatan dana kas daerah (Kasda) di BPR Karangmalang yang ditengarai jadi bancakan pejabat teras setempat semakin mengerucut. Ini menyusul pengakuan sejumlah nama yang membenarkan adanya simpanan deposito Kasda di BPR Karangmalang yang kemudian dijadikan sebagai agunan kredit pribadi.
Labels:
Kontroversi di Sragen
0 Tunjangan Kesejahteraan PNS Picu Kecemburuan
Sejumlah tenaga staf di beberapa instansi Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sragen mempertanyakan pedoman penentuan besarnya tunjangan tambahan kesejahteraan PNS yang saat ini dalam proses pencairan. Pasalnya, besarnya jatah tunjangan yang diterima pegawai berposisi staf diketahui berbeda antara satu instansi dengan instansi lain.
Labels:
Kontroversi di Sragen
8 Maret 2011
5 Maret 2011
0 Kontroversi Harga Kursi Job Training (JT) di Sragen
Masyarakat kembali diresahkan dengan maraknya tawaran terkait pengisian kursi job training (JT) di instansi Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) setempat. Keresahan tak lain karena kursi yang ditawarkan dipatok seharga Rp 75 juta. Tawaran ini mulai beredar di beberapa wilayah kecamatan sejak sebulan terakhir. Modusnya ada oknum yang mengaku dari PDAM dan menjanjikan bisa membantu memasukkan seseorang menjadi tenaga kontak alias JT.
Labels:
Kontroversi di Sragen
2 Maret 2011
28 Februari 2011
0 Tidak Ikut Kerja Bakti, "Ponimen Ora Entuk Liwat" Jalan Kampung
“Ponimen ora entuk liwat…” Demikian bunyi tulisan pada plakat kayu di ruas jalan di Pengen RT 8/RW VII, Guworejo, Karangmalang. Bukan tanpa alasan warga memasang plakat itu. Larangan yang dipasang warga dua pekan lalu merupakan peringatan bagi seorang warga desa setempat, Ponimin, 48, agar mau bergabung dengan warga untuk kerja bakti.
Labels:
Kontroversi di Sragen
2 Pekerjakan ABG, Bos Karaoke di Sragen Ditangkap Polisi
Bos karaoke dari Sragen bersama pria perekrut wanita muda yang akan dijadikan pemandu lagu di tempat hiburan malam di Sragen, Jateng, dibekuk Satreskrim Polres Indramayu. Dua tersangka itu yakni ABH, 48 alamat Ruko B-5 Renteng Desa Krikilan Kecamatan Masaran Kabupaten Sragen selaku bos karaoke di Sragen serta pria perekrut wanita desa MS bin Mar, 31 penduduk Desa Telogo RT 01 RW 01 Kecamatan/Kabupaten Rembang, Jateng.
Labels:
Kasus Kriminal,
Kontroversi di Sragen
23 Februari 2011
21 Februari 2011
0 Inilah Nama Kandidat Kuat Plt Sekda Sragen
Asisten II Setda Sragen Ruwiyatmo, disebut-sebut sebagai kandidat terkuat pejabat pelaksana tugas (Plt) Sekda Sragen pascamajunya Sekda, Darmawan Minto Basuki, sebagai Cawabup berpasangan dengan Cabup Kusdinar Untung Yuni Sukowati (Yuda), Kamis (17/2) lalu.
Labels:
Kontroversi di Sragen,
Sekilas Info
0 Pedet Berkaki Dua Gegerkan Warga Kalijambe
Sepintas, pedet atau anak sapi milik Nur Hadi, warga Pagerjo RT 4, Krikilan, Kalijambe itu tidak ada yang berbeda dari pedet kebanyakan karena hidup dengan kesehatan yang baik. Terlebih, saat terdiam di tanah, pedet terlihat sangat normal. Namun, apabila dicermati tampak ada yang unik dari pedet yang lahir Jumat (18/2) pukul 12.00 WIB lalu itu.
Labels:
Kontroversi di Sragen
Langganan:
Postingan (Atom)

















